Vlogcoustic Indra Banes - TATA AKUSTIK PUSDIKLAT KEMENAG RI

Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan pembangunan sektor properti di Indonesia, maka kebutuhan akan faktor penunjang sebuah konstruksi bangunan yang bersinergi , diantara teknologi, design dan fungsi sebuah ruangan , mulai menjadi trend tersendiri di Indonesia . Teknologi adalah salah satu faktor utama penyebab semakin majunya pola pikir dan pengetahuan kita, akan kualitas dari suatu bangunan ataupun ruangan .

Beberapa dekade lalu , mungkin kita tidak pernah memikirkan pentingnya tata akustik pada suatu ruangan? padahal bagi orang orang yang indra pendengaran nya sensitif, berada didalam ruangan yang kualitas akustiknya buruk, merupakan hal yang cukup menyiksa dan mengganggu dari segi kesehatan indra pendengaran . Di Eropa dan Amerika , pentingnya penerapan ilmu akustik pada suatu ruangan, sudah diterapkan sejak tahun 1900 , yang dikembangkan secara khusus oleh Wallace Sabine .

Suatu bangunan atau ruangan tentu di desain agar terlihat indah dan terasa nyaman. Tingkat kenyamanan suatu bangunan dapat ditinjau dari beberapa faktor, yaitu faktor termal (pengkondisian suhu ruangan), akustik, dan pencahayaan. Faktor faktor tersebut harus di desain sedemikian rupa agar tingkat kenyamanan ruangan tersebut dapat tercapai tanpa mengenyampingkan nilai estetika ruangan tersebut. 

Untuk memenuhi standard ruangan dengn tata akustik yang benar, Pusdiklat kementrian Agama Indonesia mempercayai bi-acoustic untuk melakukan proses tata akustik untuk sebuah ruangan yang berfungsi sebagai ruang audio , dimana menurut hemat mereka , ruangan audio sangat membutuhkan ruangan dengan nilai akustik yang benar , tidak terganggu oleh gema yang berlebihan, agar supaya aktifitas audio yang dilakukan didalam ruangan , dapat terjaga kualitas dan kejernihan suara yang dihasilkan .